| JAKARTA - Tarif pulsa telepon seluler di Indonesia dipastikan akan turun hingga 30 persen pada tahun ini. Pemerintah sedang ancang-ancang untuk membuat kebijakan menurunkan tarif seluler untuk GSM dan CDMA. Hal itu dipastikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh dalam breakfast meeting dengan operator seluler di Jakarta, Rabu (9/1). "Kepmennya (Keputusan Menteri) soal tarif ini akan dirilis akhir Januari (2008) ini," kata Nuh.
Mengenai besarannya, jelas Menkominfo, dipastikan tarif ritel seluler akan turun mulai 10 persen hingga 30 persen. Keputusan ini mulai mengerucut setelah para operator dengan Depkominfo ini terus melakukan pertemuan membahas tarif.
Menurut Nuh, setidaknya dibutuhkan dua kali pertemuan lagi dengan seluruh operator seluler untuk memfinalkan penetapan tarif tersebut. Untuk kepentingan ini, Menteri akan proaktif dengan mengundang seluruh operator. "Senin (14/01) depan kita undang semua operator untuk mengkonfirmasi tarif ini," ujarnya.
Meski demikian, tambah Nuh, Kepmenkominfo tidak bisa langsung menurunkan tarif sekaligus. "Walaupun kita sudah diskusi dengan seluruh operator, implementasi tarif baru ini harus menunggu kesiapan mereka (operator)," tegas M Nuh.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan penyedia seluler itu mesti menata ulang sistem komputernya dengan tarif yang baru. Sistem adalah salah satu persiapan yang harus dilakukan operator. Namun persiapan ini tak memerlukan waktu lama karena sistem mereka sudah berbasis komputer.
Dia juga menerangkan, penetapan tarif baru ini bukan sebagai bentuk campur tangan pemerintah atas kebijakan operator. Nuh menegaskan, pihaknya hanya menjalankan fungsi sebagai regulator yang dalam hal ini melindungi konsumen dari tarif yang terlalu tinggi. Juga menjaga kompetisi antar operator agar tidak mengarah pada price predatory atau menetapkan tarif di bawah biaya produksinya.
Lagipula, penetapan tarif tersebut bersifat fleksibel. Artinya operator bisa menurunkan tarifnya dalam kisaran 10-30%. "Kita tidak katakan operator A tarifnya harus sekian lalu operator B harus sekian," ujarnya.
Di sisi lain, Nuh memastikan penurunan tarif ritel akan mendongkrak keuntungan operator. "Saya pastikan kalau tarif turun untung akan naik. Coba buktikan saja dengan menurunkan tarif," tuturnya.
Menurun Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan terjadinya pelanggaran persaingan usaha oleh Temasek Group, pemilik PT Indosat Tbk dengan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) ternyata berimbas pada tarif seluler ke depan.
Hal ini diakui oleh sejumlah operator, meskipun menampik sebabnya. Direktur Corporate Services PT Indosat Tbk (Indosat) Wahyu Wijayadi mengatakan, tren tarif seluler akan semakin menurun pada saat-saat mendatang.
Namun demikian, hal ini bukan disebabkan oleh keputusan KPPU tersebut. Menurutnya, tren menurunnya harga seluler itu karena persaingan yang semakin sengit. "Saat ini industri telekomunikasi sedang tumbuh tapi saat nanti dia berada di fase mature (dewasa) secara natural tarif akan turun," ujarnya.
Pada saat mature ini, persaingan akan mengarah pada hal murah dan efisiennya masyarakat saat berkomunikasi. "Ini yang menyebabkan banyak vendor menurunkan tarifnya," kata Wahyu.
Kondisi ini, sambung dia, didukung oleh perangkat-perangkat teknologi yang semakin efisien sehingga operator memungkinkan memangkas biaya produksinya.
Mengenai campur tangannya pemerintah dalam menentukan penurunan tarif ini, Wahyu enggan berkomentar. Meski demikian, perusahaanya tetap akan mematuhi apa yang digariskan oleh pemerintah. Demikian juga dengan rencana penurunan tarif dari antara 10 persen hingga 30 persen.
Hal sama diutarakan oleh Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Kiskenda. Menurutnya, Telkomsel juga akan melaksanakan segala aturan yang ditentukan oleh pemerintah. Direktur Utama PT Excelcomindo Pratama Tbk Hasnul Suhaimi juga bersikap sama saat ditanya soal besaran 10-30% tersebut. "Saya tidak mau komentar sekarang," kata dia. (PersdaNetwork/ewa)
Original artikel by: http://www.tribunkaltim.com/
|
0 komentar:
Poskan Komentar